Rabu, 28 Oktober 2015

Tugas 2 konsepsi IBD


Konsepsi Budaya Dasar dalam Kesusastraan


 A. Pengertian sastra
    Secara etimologis kata sastra berasal dari bahasa sansekerta, dibentuk dari akar kata sas- yang berarti mengarahkan, mengajar dan memberi petunjuk. Akhiran –tra yang berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk. Secara harfiah kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan. Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan su- (dari bahasa Jawa) yang berarti baik atau indah, yakni baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata susastra diberi imbuhan gabungan ke-an sehingga menjadi kesusastraan yang berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya.Selain pengertian istilah atau kata sastra di atas, dapat juga dikemukakan batasan / defenisi dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda satu sama lain.     Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa sastra itu bukan hanya sekedar istilah yang menyebut fenomena yang sederhana dan gampang. Sastra merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.Batasan sastra menurut PLATO, adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauhdari dunia ide.ARISTOTELES murid PLATO memberi batasan sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat. Menurut kaum formalisme Rusia, sastra adalah sebagai gubahan bahasayang bermaterikan kata-kata dan bersumber dari imajinasi atau emosi pengarang. Rene Welleck dan Austin Warren, memberi defenisi bahasa dalam tiga hal :
Segala sesuatu yang tertulis
Segala sesuatu yang tertulis dan yang menjadi buku terkenal, baik dari segi isi maupun bentuk kesusastraannya
Sebagai karya seni yang imajinatif dengan unsur estetisnya dominan dan bermediumkan bahasa.

B. Pengertian Seni
    Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.
    Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.
Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).
    Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.
   Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
    Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.
Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona.

C. Hubungan Antara Sastra, Seni Dengan Ilmu Budaya Dasar
    Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
 Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .








Sumber :
http://indrango.blogspot.co.id/2015/03/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam_20.html

Senin, 28 September 2015

Ilmu Budaya Dasar

TULISAN 1

A.   Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

     Dua masalah pokok yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok ialah :
Aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya baik dari segi masing – masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
     Hakekat manusia yang satu (universal). Namun, banyak perbedaan – perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti : ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
     Menilik kedua pokok bahasan dapat disimpul manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dengan dirinya sendiri, nilai – nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan Sang Pencipta menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar. Pokok – pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1)    Manusia dan Cinta Kasih
2)    Manusia dan Keindahan
3)    Manusia dan Penderitaan
4)    Manusia dan Keadilan
5)    Manusia dan Pandangan Hidup
6)    Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian
7)    Manusia dan Kegelisahan
8)    Manusia dan Harapan
 
A.   Contoh Kasus
*      Logat
     Logat atau gaya bahasa menunjukkan identitas dimana kita tinggal. Dalam satu kamar ada anak yang berasal dari Sunda, Batak, Minang. Keluarga kecil ini mengenalkan ciri khas dan yang dianggap menarik akan ditiru yang lain. Memang ini hal sepele, namun dari sinilah pertukaran budaya berlangsung. Anehnya cara bicara yang negatif justru dipertontonkan dimuka umum. Mengapa mereka tika mengambil sisi positifnya ? jawabannya lucu “yang baik sudah biasa” satu demi satu logat ditularkan dan hasilnya mewabah dan tercemar. Tak lama perilakunya sesuai dengan ucapan. Anak desa yang polos yang seharusnya memegang teguh budaya mulai terinfeksi logat anak kota. Akan datang masa ketika bahasa daerah akan hilang, bahasia nasional hanya formalitas belaka. Maukah menerima pernyataan ini ? tentu tidak. Indonesia bukanlah negara yang luar biasa tetapi dengan adanya budaya negara yang maju ini dikenal.

*      Beauty / Cantik
     Banyak wanita yang ingin menjadikan dirinya bak seorang ratu, cantik tiada duanya. Namun, usaha yang dilakukan terkadang terlalu ekstrim seperti operasi plastik yang sedang marak terjadi. Semakin cantik berarti semakin dikagumi. Miris memang, baiknya syukuri saja.

*      Cara Berpakaian
     Pengaruh budaya barat melalui internet, tv, majalah dan lain – lain sedikit mencoreng kehormatan santri. Gaya hidup bebas, berpakaian yang tidak selazimnya. Memang kita memakai sarung atau kerudung tetapi masih banyak yang harus di koreksi. Wanita muslimah berekerudung tampak menawan berbalut malu. Sungguh cantik melangkah penuh pesona memaksa mata laki – laki tak henti memandang. Pakaian menutup aurat mulai dari ujung kaki sampai kepala. Saat mereka menggunakan kaos jatuh berbeda seperti yang dibayangkan. Terlihat lekuk tubuh, menonjol kanan kiri, inikah muslimah yang ada pada setiap kampus tiada malu, semakin rapat semakin percaya diri. Miris melihat ini mayoritas berkerudung tapi berpenampilan seksi.

Sumber :

http://yuviaulia.blogspot.co.id/2013/11/studi-kasus-ilmu-budaya-dasar.html?m=1

Ilmu Budaya Dasar 1

Tugas 1

Nama : Melinda
Kelas : 1EA07
NPM  : 14215133

BAB 1

Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu Mata Kuliah Dasar :

1.    Pengertian Ilmu Budaya Dasar
     Pada umumnya Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang ada diperguruan tinggi dan merupakan suatu ilmu yang mempelajari sebuah dasar – dasar kebudayaan. Namun, jika untuk mengingat terlalu sulit bisa diambil intinya saja. Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai – nilai yang ada di dalam masyarakat. Jadi pengertian kebudayaan adalah jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

2.    Tujuan Ilmu Budaya Dasar
     Diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan krtikialnya terhadap nilai – nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut diri sendiri.
Diharapkan kegunaan mata kuliah ini supaya lulusan perguruan tinggi dari semua jurusan memiliki suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini diharapkan agar interalisasi antara intelektual kita membuat dampak positif bagi pembangunan negara pada umumnya dan untuk perbaikan pendidikan pada khususnya.

3.    Persamaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial
     Kedua – keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial

4.     Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial :
   #> Ilmu Budaya Dasar :
        a.    Diberikan di Perguruan Tinggi
        b.    Mata Kuliah Tunggal
        c.    Diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian
   #> Ilmu Pengetahuan Sosial :
        a.    Diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjut
        b.    Kelompok dari sejumlah Mata Pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
        c.    Diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan
               intelektual.


Sumber :
* http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar-definisi-kuliah-i.html



Tugas softskill Usaha minimarket